Senin, 13 Juni 2016
Selasa, 31 Mei 2016
Do,a
Doa Memohon Dipelihara dari Siksa Neraka
(اَللّهُمَّ قِنِيْ عَدَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ
عِبَادَكَ (3
ALLAHUMMA
QINII ‘ADZAABAKA YAUMA TAB’ATSU ‘IBAADAK. (3X)
Artinya: “Ya
Allah, peliharalah diriku dari siksa-Mu pada saat Engkau bangkitkan
hamba-hamba-Mu.” (3X) (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Doa
Memohon Dimatikan dan Dihidupkan sebagai Muslim
بِاسْمِكَ اللّهُمَّ اَمُوتُ وَأَحْيَا
BISMIKA
ALLAAHUMMA AMUUTU WA AHYAA.
Artinya: “Dengan
menyebut nama-Mu, wahai Tuhanku, aku mati dan aku hidup.” (HR. Bukhari
dan Muslim)
Doa
Memohon Dicukupi dan Dilindungi
…اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا
وَكَفَانَا وَآوَانَا
ALHAMDU
LILLAAHIL LADZII ATH’AMANAA WA SAQAANAA, WA KAFAANAA, WA AAWAANAA,…
Artinya: “Segala
puji bagi Allah, Tuhan yang memberi makan dan minum kepada kami, mencukupkan,
dan memberi perlindungan kepada kami,…” (HR. Muslim)
Doa
Apabila Susah Tidur
اللّهُمَّ غََارَتِ النَُّّجُومُ وَهَدَأتِ الْعُيُونُ
وَأَنتَ حَيٌّ قَيُّْومٌ لاَّ تَأْخُذُكَ سِنَةٌ وََّلاَ نَوْمٌ يَاحَيُّ
يَاقَيُّْمُ أَهْدِيْ لَيْلِي وَأَنِمْ عَيْنِي
ALLAHUMMA
GHAARATIN NUJUUMU WA HADA’ATIL ‘UYUUNU WA ANTA HAYYUN QAYYUUMUL LAA TA’KHUDZUKA
SINATUW WA LAA NAUUM, YAA HAYYU YAA QAYYUUMU AHDI’LAILII, WA ANIM ‘AINII.
Artinya: “Ya
Allah, bintang-bintang tenggelam dan semua mata tertidur lelap, sedangkan
Engkau Mahahidup abadi lagi terus-menerus mengurus makhluk-Mu, Engkau tidak
pernah terkena kantuk dan tidak pula tidur. Wahai Yang Mahahidup abadi lagi
terus-menerus mengurus makhluk, tenangkanlah malamku dan pejamkanlah mataku.” (HR.
Ibnu Sunni)
Doa
ketika Terbangun karena Terkejut
أَعُوْذُبِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ
وَعِقاَ بِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَ أَنْ
يَّخْضَُرُونِ
A’UUDZU
BI KALIMAATILLAAHIT TAAMMAATI MIN GHADHABIHII WA ‘IQAABIH, WA SYARRI ‘IBAADIH,
WA MIN HAMAZAATISY SYAYAATHIINI WA AY YAHDHURUUN.
Artinya: “Aku
berlindung (kepada Allah) dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka
dan siksa-Nya, dan hembusan-hembusan setan, agar mereka tidak menyentuhku.” (HR.
Abu Dawud dan Tirmidzi)
Doa
ketika Bermimpi Buruk
أَعُوْذُبِ اللهِ مِنَ الشَّيَاطِيْنِ وَ مِنْ شَرِّ مَا
رَآى
A’UUDZU
BILLAAHI MINASY SYAITHAANI WA MIN SYARRI MAA RA’AA.
Artinya: “Aku
berlindung kepada Allah dari setan dan dari segala hal yang tidak baik dalam
mimpi.” (HR. Muslim)
DOA
BANGUN TIDUR
Doa
Memohon Dihidupkan kembali dalam Keadaan Baik
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا
أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
ALHAMDU
LILLAHIL LADZII AHYAANAA BA’DA MAA AMAATANAA WA ILAIHIN NUSYUUR.
Artinya: “Segala
puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami; dan hanya
kepada-Nya lah tempat kembali.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Doa
Memohon Diberi Kesehatan dan Dibantu untuk Mengingat-Nya
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي عَافَانِي فِي جَسَدِي وَ
رَدََّ عَلَيَّ رُوْحِِي وَ أَذِنَ لِي بِذِكَْرِهِ
ALHAMDU
LILLAHIL LADZII ‘AAFAANII FII JASADII, WA RADDA ‘ALAYYA RUUHII, WA ADZINA LII
BI DZIKRIHI.
Artinya: “Segala
puji bagi Allah, Tuhan Yang memberikan kesehatan pada tubuhku, mengembalikan
ruhku kepada diriku, dan mengizinkan aku untuk menginginkan-Nya.” (HR.
Tirmidzi)
Doa
Memakai Pakaian
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي كَسَانِي هَذَا (الثَّوبَ)
وَرَزَقْنِيهِ مِنْ غَيْرِ تَوْلٍ مِنِّي وََلاَ قُوَّةٍ
ALHAMDU
LILLAAHIL LADZII KASAANII HAADZATS TSAUBA WA RAZAQNIIHI MIN GHAIRI HAULIM
MINNII WA LAA QUWWAH.
Artinya: “Segala
puji bagi Allah yang telah mengenakan pakaian ini kepadaku dan mengaruniakannya
kepadaku, padahal diriku tidak mempunyai daya dan kekuatan.” (HR.
Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)
Doa
Memakai Pakaian Baru
اللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنتَ كَسَوْتَنِيهِ أَسْأَ
لُكَ مِنْ خَيْرٍهِ وَخَيْرٍ مَا صُنِعَ لَهُ وََ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَ
شَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ
ALLAHUMMA
LAKAL HAMDU ANTA KASAUTANIIH, AS’ALUKA MIN KHAIRIHII WA KHAIRI MAA SHUNI’A LAH,
WA A’UUDZU BIKA MIN SYARRIHII WA SYARRI MAA SHUNI’A LAH.
Artinya: “Ya
Allah, segala puji bagi-Mu, Engkau lah yang mengenakan pakaian ini kepadaku.
Aku memohon kepada-Mu kebaikan dari pakaian ini dan kebaikan pemakaiannya. Aku
berlindung kepada-Mu dari keburukan pakaian ini dan semua keburukan
pemakaiannya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Doa
Melepaskan Pakaian
بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ
BISMILLAAHIL
LADZII LAA ILAAHA ILLAA HUWA.
Artinya: “Dengan
menyebut nama Allah yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia.” (HR.
Ibnu Sunni)
Senin, 30 Mei 2016
Persiapan Menikah
Persiapan Spiritual
Islam telah menjadikan pernikahan sebagai suatu gerbang untuk mempertemukan seorang muslim dan seorang muslimah dan menyatukannya dalam satu ikatan yang halal dan diridhoi. Sebagai muslimah, tentunya kita mengharapkan seseorang yang kelak menjadi imam kita adalah seseorang yang baik dan shalih. Pada dasarnya, Allah telah menciptakan segala sesuatu dan memasangkannya dengan sesuatu yang sama pantasnya, seperti dalam dalil dikatakan:
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik….” (QS An-Nuur: 26).
Jika kita ingin memiliki suami yang baik dan shalih, tentunya kita pun harus berupaya mengubah diri untuk menjadi baik dan shalihah.
Persiapan Konsepsional
Menikah berarti beribadah, menikah berarti kita akan mewujudkan ibadah yang lebih berkualitas dan lebih baik di hadapan Allah. Menikah mengharuskan kita untuk mampu membentuk generasi baru yang taat beragama. Banyaklah membaca buku dan mempelajari hal-hal agama yang belum kita ketahui. Terapkan banyak ibadah sunnah dan biasakanlah untuk menjalaninya agar saat menikah nanti kita mampu menjadi ibu yang baik bagi anak-anak kita kelak.
Persiapan Kepribadian
Dengan menikah, berarti kita tidak lagi hidup sendirian. Akan ada seorang laki-laki yang menuntun kita dalam menjalani hidup sesuai dengan syariah keislaman. Belajarlah untuk terbuka dan menerima perbedaan dari kepribadian yang dibawa oleh suami kita kelak, dan teruslah untuk mencoba mengenalnya lebih jauh. Kepribadian diri yang baik tentunya akan rela menerima hal-hal baru dalam hidup yang dalam hal ini dikatakan sebagai penerimaan diri yang baik untuk kepribadian suami kita kelak yang tentunya tidak melulu memiliki banyak persamaan.
Persiapan Fisik
Menikah berarti kita mencetak generasi baru yang akan meneruskan perjuangan umat. Sebelum menikah, ada baiknya kita memeriksakan terlebih dahulu kesiapan fisik kita dalam menjalankan fungsi nantinya sebagai istri yang mampu menciptakan generasi baru bersama suami kita. Permasalahan reproduksi tentunya menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan kesiapan fisik sebelum menikah bagi seorang muslimah. Dianjurkan bagi kita untuk melakukan pengobatan jika terdapat permasalahan dari hal tersebut.
Persiapan Material
Saat menjalankan pernikahan, muslimah dituntut untuk mampu mengikutsertakan diri dalam soal pengurusan material. Kewajiban mencari nafkah adalah hal yang diwajibkan bagi suami, dan sebagai seorang istri, muslimah harus mampu melibatkan diri menjadi pengelola keuangan dari nafkah yang dihasilkan suaminya. Di suatu waktu, muslimah juga dapat membantu suaminya untuk mencari nafkah jika memang diperlukan. Banyak-banyaklah menggali ilmu tentang wirausaha dan biasakan diri sedini mungkin untuk dapat berhemat dan cerdas mendahulukan hal-hal yang menjadi prioritas hidup dalam membelanjakan uang.
Persiapan Sosial
Setelah menikah, maka terjadilah proses pembauran status sosial dari dua keluarga. Menikahkan seorang muslim dan muslimah berarti juga menyatukan dua keluarga yang berbeda dalam satu ikatan resmi dalam gerbang pernikahan. Setelah menikah, status sosial kita pun akan berubah menjadi istri dari seseorang, bukan lagi menjadi muslimah yang lajang. Sebagai seorang istri yang taat kepada suami, kita harus membiasakan diri untuk melibatkan diri pada aktivitas-aktivitas baru yang melibatkan suami kita dan keluarganya juga keluarga kita.
Sumber terkait: Persiapan Pranikah Bagi Muslimah

















